welcome to ibadurrahman

pagi ini, kulihat hujan turun seperti salju…

anda pengunjung ke … October 3, 2009

Filed under: Uncategorized — ibadsoul @ 6:07 am
 

bantu gempa sumatera October 3, 2009

Filed under: Uncategorized — ibadsoul @ 6:06 am

http://www.antaraphoto.com/dom/prevw/grab.php?id=1254492830

Untuk yang mau  menyumbang gempa Sumatera,  di bawah ini ada beberapa pihak yang insya Allah bisa menyalurkan:

Palang Merah Indonesia (PMI)

Donasi Gempa Sumatera BCA KCU Thamrin No. Rek: 206.300668.8, atas nama Kantor Pusat PMI. Dan Lewat Bank Mandiri KCU Jakarta Krakatau Steel No. Rek: 070-00-0011601-7, atas nama Palang Merah Indonesia.

Aksi Cepat Tanggap (ACT)

1. BCA # 676 030 3133

2. BNI # 014 076 5481

3. BSM # 004 011 9999

4. Muamalat # 304 0022 915

5. BNI Syariah # 009 611 0239

atas nama Aksi Cepat Tanggap

Jemput donasi dapat melalui SMS 0811824238, CARE LINE 021-741 4482. (ACT)

MER-C  Medical Emergency Rescue Committee)

BCA cab. Kwitang No. Rek. 686.0099339
BSM cab. Kramat No. Rek. 128.0011802
a.n. Medical Emergency Rescue Committee

Dan masih banyak lagi yang lainnya …

sumber gambar: antaraphoto.com

 

mudik September 16, 2009

Filed under: Uncategorized — ibadsoul @ 1:02 pm

http://www.megangrinder.com/show-image/463358/Megan-Grinder/Travelling.jpg

Apa yang membuat kereta dijejali orang-orang?

Apa ya? ya tentu saja karena mereka (kita) ingin pulang, ingin merayakan lebaran di rumah.

Mudik mengingatkan kita pada asal. Sebagus apapun diri kita sekarang, ia tak berdiri sendiri. Ada banyak tangan yang dulu terulur untuk membimbing kita: orang tua, saudara-saudara.

Pulang kampung juga mengingatkan kita pada akar. Mungkin kota sudah melukis kita dengan sesuatu yang berbeda. Saaatnya berkaca, membandingkan diri kita dengan lingkungan “asli” tempat kita bermula (ini tak berlaku general si…tapi mungkin cukup tepat untuk mereka yang berasal dari desa asri yang masih lengkap dengan segala kenyamanannya).

ari urang iraha mudik nya? =)

———-

sumber gambar: http://www.megangrinder.com/gallery/10164/

 

sesuatu dalam cucian September 13, 2009

Filed under: Uncategorized — ibadsoul @ 10:38 am

http://4.bp.blogspot.com/_ew6AmEFHFJE/SnDGEd7QETI/AAAAAAAABVI/QMOl1cfWcR0/s400/Women-Washing-Clothes-By-A-Stream.jpg


Baru selesai nyuci =)

Lumayan cape juga, soalnya yang dicucinya cukup banyak. Tadi waktu nyuci sempat ngelamun, ternyata di balik nyuci itu ada makna juga ya.

Makna?

Iya. Pertama, coba lihat pakaian yang kelihatannya bersih-bersih dan imut-imut itu. Ternyata sehabis dicuci, wow, keliatan kan kalau airnya jadi kotor, artinya pakaian itu sebetulnya kotor sekali. Mungkin diri kita juga begitu: seolah-olah bersih padahal kotor sekali, harus sering-sering dibersihkan (wah jadi inget sekarang Ramadhan).

Terus  tadi waktu mau nyuci sempat malas juga…mening nyuci atau tidur lagi, ya? =) Kalau tidur lagi ya nggak cape, tapi cucian numpuk. Sebaliknya, kalau nyuci, capek, tapi cucian beres. Seringkali (mungkin, selalu) dalam hidup ini kita juga harus memilih, dan setiap pilihan ada konsekuensinya. Jadi inget kata bu Saf di kelas: kemampuan memilih adalah salah satu hal yang paling penting dalam hidup. Ketika memilih, lanjut beliau, sadarilah konsekuensinya dan bersiaplah untuk menerimanya. Iya, emang ada kalanya kita milih sesuatu tanpa mau ngambil resikonya, mau enaknya aja.

Setelah memilih sesuatu, lakukan saja (just do it). Ngeliat cucian…bertumpuk begitu, rasanya sejam juga tak ‘kan beres, tapi lakukan saja, ternyata beres juga. Kadangkala sesuatu di hadapan kita terlihat lebih sulit dari yang sebenarnya. Setelah dijalani, ternyata tak sesulit itu.

Mencuci juga ada alat-alatnya: minimal ember, deterjen, sikat, dan tentu saja air. Ketiadaan salah satunya membuat nyuci jadi tidak jalan. Nggak ada air misalnya, mau nyuci pake apa? ga ada sikat, ya…masih bisa lah, tapi ripuh juga. Dalam hidup kita juga banyak komponen-komponen: waktu, skill, kesempatan, harapan, visi, dll Mengatur semuanya dalam harmoni adalah sebuah keniscayaan.

Terakhir, ternyata mencuci ada seninya. Misalkan kalau merendam cucian untuk waktu lama, jangan pakai deterjen (sebaiknya merendam memang jangan terlalu lama). Kenapa? ya coba aja rendem baju seminggu dengan deterjen! dan lihat hasilnya =). Lalu kalau mau nyikat baju, ya lantainya harus disikat dulu. Di pakaian juga ada tempat-tempat tertentu yang banyak kotorannya, kita harus tahu. Kalau menjemur sebaiknya dibalik, biar ngga luntur. Nah, nyuci aja ada seninya, makan mungkin juga ada seninya, berhubungan dengan orang lain? juga. Kuliah? juga. Sepertinya, hidup ini seni. Alangkah senangnya kalau kita bisa menikmati hidup karena mengetahui seninya.

Okeh…udah lama ga posting di blog jadi asa kaku kieu.

Ngomong2 ntar buka kayanya lebih enak, coz baru cape nyuci =)

n besok gajian!

————————-

sumber gambar: http://domesticallyinclined.blogspot.com/

 

the relation between literary work and literacy April 23, 2009

Filed under: Uncategorized — ibadsoul @ 2:49 am

http://www.britsattheirbest.com/cr_dickens_dream.jpg

Taufik Ismail said that Indonesian students have “a bad literacy”. He said, comparing to other countries, Indonesian students just read the text book given by their teachers.  Meanwhile, the other students (for example in Malaysia) read more complete books, including the literary works. Ismail also stated that reading literary work is useful in improving literacy.

It is interesting to see the relation between reading literary work and improving literacy. Some people said that literature (including literary work) is not useful in education. There is an assumption saying that literary work is just  “additional element” in education.

However, in many countries, such as European countries and Japan, literary work is applied generally in improving student skill. The teachers usually give reading list to the students, and the students read and write their summary in their notebook. The reading list includes the titles of literary works.

The comprehensive research is needed to answer the question: “is literary work useful in improving literacy?” In this opportunity I try to give my assumptions on the issue. Literary work, many experts said, has two main functions: to entertain and to educate. it seems that literary has an ability to many things: it can be a reflection of political situation, romantic love, social issues, colonization, gender relation and so on and so forth. in my opinion, there are several advantages of literary works:

1. In some cases, literary work contains a message that is related to many aspects of our life. by reading Charles Dickens’s Oliver Twist, for example, the readers can have a broader knowledge of the social situation in England during industrial revolution. Things Fall Apart by Chinua Achebe reflects the clash of British colonizer and Ibo people in Nigeria. The Indonesian novels such as Layar Terkembang or Salah Asuhan showed the detailed situation before the independence of Indonesia. Hopefully, by reading literary works, the students can improve their knowledge and try to read more abbout the issues they are interested in, not only in literary work but also in the other books.

2. reading literary work can be a good starting point to writing. the students who are asked by their teacher to read literary work and write a summary about it can improve their writing and have to transform their ideas into a written form.

3. reading literary work can also entertaining. If someone found an interesting novel, for example, s/he will try to read another novel. If someone read one interesting serial, s/he will try to find other stories in that series, It can be a good practice for reading and it can unconsciously improve the reading skill of the students.

In my opinion, literary work is important in improving literacy, especially for students. reading literary work can give a broader knowledge and lead to searching the other books, while writing a response about literary work  we’ve read can improve our writing skill.

gambar: http://www.britsattheirbest.com/cr_dickens_dream.jpg

 

aku berkata pada diriku: “Jangan berhenti…” April 11, 2009

Filed under: Uncategorized — ibadsoul @ 9:47 am

The image “http://www.thelensflare.com/large/moonlight_33796.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Ada waktu dimana kita seperti tak berujung,

sungai ini mau kemana?

Bahkan bagi orang bervisi jelas seperti Mandela, keraguan itu bisa datang. Di waktu-waktu sendiri di selnya, seringkali ia mempertanyakan apakah langkah yang diambilnya sudah benar. Sejarah membuktikan ia benar, dalam hal memperjuangkan hak untuk masyarakat Afsel, dan membuka mata dunia.

Apakah hidup kita yang biasa-biasa ini relevan dengan beliau? Oh, tak ada yang biasa-biasa. Setiap orang adalah pahlawan bagi dirinya sendiri, begitu kan? Kembali lagi ke awal, keraguan bisa datang bahkan bagi mereka yang telah bervisi jelas, mematakan hidupnya begitu rupa. Keraguan datang pelan-pelan, tapi mengakar. Tak hanya mempertanyakan tahapan-tahapan besar, tapi juga tahapan-tahapan kecil. Progress ini, progress itu, bagian ini, bagian itu. Mungkin orang-orang yang bisa melewati masa ini dengan baik bisa juga dikategorikan sebagai orang sabar.

Berhenti dulu? mungkin saja.

Saya teringat ucapan kaka kelas yang mau keluar dari pesantren. Katanya, seperti di jalan tol, saat lelah berhentilah, beristirahat. Tetapi, kadang-kadang sulit untuk memulai lagi setelah berhenti (energi awal untuk menggerakan harus besar, katanya) ah, biarlah, mudah-mudahan ada energi baru.

Berbicara progress…apakah ia harus terlihat? saya termasuk yang berpendapat tidak, tak harus terlihat, tapi terasa. Subjektif tentu, tapi untuk kapasitas pribadi masing-masing, saya pikir tak masalah. Setiap orang memiliki ukuran nya sendiri, cara sendiri, keinginan dan harapan nya sendiri. mencapai a bagi si a mungkin berbeda dengan mencapai a bagi si b.

Tapi…(ada tapi lagi=) menjadi masalah ketika disandingkan dengan waktu. Setiap orang mendapat jatah waktu yang sama setiap hari, sementara pencapaian mereka berbeda. Di sinilah mungin kategorisasi lambat dan cepat bermula. Tetapi bagi saya pribadi, itu tak soal juga, toh dalam pemahaman saya, kita berkompetisi di hadapan Tuhan. Berarti tinggal satu hal lagi: efisiensi.

gambar: http://purepat.blogspot.com/2008/12/evol-waves-sunrise-in-georgia-original.html

 

dari Kisumu menuju Monash: Kevin Sumba March 16, 2009

Filed under: Uncategorized — ibadsoul @ 8:27 am
Kevin reading a book titled The End of Poverty
Kevin Sumba

Aku ingin menjadi dokter, agar tak ada lagi orang yang meninggal seperti kedua orang tuaku.

-Kevin Sumba

Tadinya ibad pengen cerita tentang nyasar n muter2 di Jakarta waktu Islamic Book Fair, juga tentang ademnya Subang dan nyamannya ngajar anak2 smp yang lucu2.

Tapi waktu ke perpus tadi baca Reader’s Digest, nemuin tulisan unik tentang bukunya Miles Roston yang judulnya Kevin’s Questions, ceritanya begitu menyentuh dan ibad jadi pengen nulis tentang itu.

Kevin Sumba, seorang anak pemalu dan pendiam, tinggal di sudut sebuah kota di Nigeria, Kisumu. Ia yatim piatu: Ibunya meninggalkannya saat ia berusia sepuluh tahun sementara ayahnya pergi saat ia masih tujuh tahun, dua-duanya karena AIDS. Di Nigeria, menurut Miles sang penulis, ada satu juta anak yang bernasib seperti ini, sementara di seluruh dunia ada lima belas juta jiwa.

Lalu sampailah suatu hari itu, sebuah titik diantara titik-titik yang lain.

Miles sedang menyambangi Nigeria dalam rangka pembuatan film dokumenternya, ia juga meliput Kevin Sumba. Dari sanalah cerita bermula. Di sebuah rumah sederhana di daerah kumuh kota itu, Kevin dengan suaranya yang pelan menceritakan kisah hidupnya, kesedihan, juga harapannya.

Ia ingin menjadi dokter.

Miles dan tim nya ‘mewujudkan’ mimpi Kevin dengan mengajak Kevin ke sebuah klinik, memakaikannya jas dokter, dan membuatnya merasa seolah-olah menjadi dokter betulan. Kevin senang sekali.

Ternyata itu baru awal. Kevin dan Miles melanjutkan kontak mereka. Miles juga mengusahakan biaya sekolah bagi anak yang bersemangat itu, dan mengunjunginya beberapa kali. Kevin mengirim banyak pertanyaan yang berkaitan dengan AIDS, daftar pertanyaan-pertanyaan itu Roston bawa kepada orang-orang penting, bahkan hingga ke markas besar PBB.

Harapan, keyakinan, dan kerja keras keras Kevin berpadu dengan kebaikan Miles serta banyak pihak lain, menjadi jalan bagi berbagai titik-titik selanjutnya: Kevin bisa bertemu wakil Presiden Nigeria, mengikuti konfrensi di Australia dan akhirnya mencapai salah satu cita citanya:Menjadi mahasiswa kedokteran Monash University, Australia.

(Cerita ini ibad sarikan dari Reader’s Digest. Berhubung majalah itu tak boleh keluar dari perpuz, maka di tulisan ini mungkin terdapat beberapa kesalahan karena hampir semuanya ditulis berdasarkan ingatan, tapi intinya insya Allah sama)

gambar:http://www.makeitrealtome.com/

 

makna sebuah keheningan February 4, 2009

Filed under: Uncategorized — ibadsoul @ 4:10 am

night1

Ada masa hening, untuk melangkah lebih bijak…

Mengapa hening?

Saya pernah baca buku (judulnya lupa=) dimana penulisnya menyatakan bahwa esensi hidup adalah gerak.  Saya setuju, karena kehidupan membutuhkan sesuatu yang nyata, sedangkan sesuatu yang nyata dekat sekali dengan gerak.  

Lalu apakah diam ada gunanya?

Dalam beberapa hal, ada. Pernah merasa seperti robot? mungkin jarang ya…tetapi sekali-kali mungkin kita merasa melakukan rutinitas tanpa jiwa, artinya, kita melakukan sesuatu karena harus, bukan karena ingin.  Kira-kira seperti memaksa diri sendiri. Nah, mungkin saat itulah kita memerlukan momen hening.

Momen hening adalah saat kita berhenti sejenak, mengambil nafas (dengan sadar) dan merasa. Momen hening adalah saat dimana kita menyapa diri kita, merasakan apa yang terlupa, dan berdamai dengan diri sendiri. Kenapa merasa, bukan berpikir? entah, tetapi sepertinya berpikir adalah sesuatu yang rieut, sementara merasa lebih dekat kepada menyapa diri, bertanya pada diri sendiri ’apa yang kau rasakan?’. 

Lalu kapan momen hening itu? banyak. Bagi yang muslim, shalat dan jeda waktu sesudahnya bisa menjadi momen hening. Berhenti sejenak dari rutinitas juga bisa menjadi momen hening. Menulis diary bisa menjadi momen hening. Bahkan di keramaian pun, ketika orang-orang riweuh, kita bisa menciptakan momen hening kita sendiri.

Mungkin intinya adalah usaha untuk tidak meninggalkan diri kita sendirian. Terkadang, berbagai keinginan yang tak sesuai dengan kenyataan memmbuat kita meninggalkan jiwa sendirian dalam kesedihan. Menyapanya, mengatakan dan meyakinkan semua baik-baik saja mungkin bisa diraih dengan momen hening.

Lumayan lah ngirit-ngirit daripada ke psikiater =) 

             

 

gambar: http://www.oceanviewretreat.bravehost.com/

 

pembantaian December 31, 2008

Filed under: Uncategorized — ibadsoul @ 1:06 am



masih ada kebiadaban
di saat orang berkata peradaban
sebuah titik paling irasional
di masa yang -katanya- sangat rasional
semua orang sudah tahu
semua orang sudah tahu
semua orang sudah tahu

tinggal tunggu saatnya…

http://www.kispa.org/index.php/view/infaq

TEBAR HEWAN KURBAN  (Kambing/Domba Rp 777.000,- | Sapi Rp 5.955.000,-)

http://www.dompetdhuafa.or.id/

Dukung Misi Kemanusiaan MER-C ke Palestina

salurkan bantuan untuk rakyat Palestina ke:
BCA cab Kwitang: No. Rek. 686.0153678
BSM cab. Kramat: No. Rek. 009.0121.773
(a.n. Medical Emergency Rescue Committee)
BMI cab. Arthaloka: No. Rek. 301.00521.15 (a.n. MER-C)

http://www.mer-c.org/

sumber gambar
http://nachofoto.com/gallery/Israel_attacks_gaza_kills_150-1/2
http://blueherald.com/2008/03/israeli-attack-on-gaza-strip-kills-at-least-60/
http://sabbah.biz/mt/archives/2008/02/24/israel-is-proud-to-kill-babies-and-children/
http://sabbah.biz/mt/archives/2008/02/24/israel-is-proud-to-kill-babies-and-children/
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/4/42/Massacre_of_palestinians_in_shatila.jpg


 

tersenyum dalam hati December 31, 2008

Filed under: Uncategorized — ibadsoul @ 1:05 am

apakah ketika seseorang tersenyum ia tersenyum?

maksud saya, apakah hatinya juga sedang tersenyum?

gambar:http://snapshot.parade.com/mainemb.php?g2_view=keyalbum.KeywordAlbum&g2_keyword=Russpick&g2_itemId=658695